Rabu, 17 Oktober 2012

BOOMING PRODUK DAN JASA ARSITEKTUR ‘GREEN ROOF’



 
PRODUK, JASA, DAN TEKNOLOGI ARSITEKTUR ‘ATAP HIJAU’ (GREEN ROOF ARCHITECTURE) BERKEMBANG DI ASIA, DARI JEPANG, CINA, DAN INDONESIA KECUALI INDONESIA. ARSITEKTUR INI MEMBAWA MANFAAT.  BENEFIT, DAN PELUANG USAHA UNTUK PEMERINTAH, PENGUSAHA, DAN WARGA MASYARAKAT SERTA LESTARINYA ALAM KHUSUSNYA KOTA-KOTA.


Tidak banyak arsitektur yang dapat membawa manfaat dan peluang sosial, ekonomi, dan benefit lingkungan sekaligus di kota-kota kita, kecuali kecuali produk teknologi dan arsitektur atap hijau. Di kawasan Amerika Utara, seperti Kanada, Amerika Serikat, teknologi arsitektur masih sangat dibutuhkan. Maka ada potensi pasar sangat besar.
Di Eropa, teknologi dan arsitektur atap hijau maju pesat. Teknologi dan arsitektur aatap hijau, misalnya, menghasilkan investasi jutaan dolar AS dddi Negara Jerman, Perancis, Austria, dan Swiss. Industri teknologi-arsitektur atap hijau telah dibangun di Eropa. Di Jeman , misalnya, luas konstruksi atap hijau bertambah dari hanya 9 juta KM2 tahun 1994 menjadi 13,5 KM2 tahun 2001.
Di Indonesia arsitektur atap hijau di kota-kota belum maju, karena belum ada kejelasan regulasi dan kebijakan mengenai hal ini. Tidak seperti di negara lain seperti Kanada dan Jerman, arah kebijakan pemerintah sangat jelas tentang arsitektur atap hijau dan tata kota.
Kebijakanatap hijau sangat dibutuhkanoleh warga masyarakat, pemerintah, dan pengusaha. Misalnya, apa saja definisi dan lingkup arsitekturatap hijau, manfaat ekonomi, benefit sosial dan lingkungannya baik untuk sektor swasta, pemerintah maupun rakyat.

Arsitektur atap hijau sebetulnya bukan hal baru. Tradisi sejumlah masyarakta telahmengenal arsitektur atap hijau. Bahkan sejak ribuan tahun silam. Salah satu diantaranya adalah Taman Gantung Babilonia sekitar tahun 500 SM. Kemudian desain orisinal arsitektur atap hijau lahir di Iceland. Rakyat di sana telah lama membangun rumah dengan batu-batuan dan rumput-rumput. Bertahun-tahun orang-orang Skadinavia membangun ‘rumah beratap rumput’. (Moran, 2004) selain menyediakan rumah-tinggal yang nyaman dan aman, rumah atap hijau dan tembok dari batu-batuan memeberikan penyekatan tambahan bagi penghuninya selama perubahan musim dan cuaca.
Begitulah nothing new under the sun ata tidak ada yang baru di bawah matahari. Di Jerman abad 18,rumah atap hijau adalah simbol status sosial pemiliknya, bukan hanya tempat untuk berlindung yang nyaman dan aman. Pada abad 19 arsitektur atap hijau merebak ke zona lain di Eropa. Sedangkan Amerika Serikat baru mengenal arsitektur atap hijau kira-kira abad 20 di New york City, Amerika Serikat. (Moran, 2004).
Saat ancaman danresiko pemanasan global dan perubahan iklim di hari-hari ini, pilihannya ialah arsitektur atap hijau, khususnya di kota-kota, baik arsitektur atap hijau yang instensif maupun arsitektur atap hijau ekstensif untuk asesori dekoratif maupun bagian dari upaya mengatasi dampak perubahan iklim. Meskipun tidak mudah membangun satu arsitektur atap hijau. Ada beberapa tahapan kostruksi yang perlu dipenuhi, misalnya pembuatan atap kedap airdengan biaya pemeliharaan yangsangat murah atau bahkan tanpa biaya. Tahap berikutnya ialah membangun drainase di atap. Rumah dan menyediakan tanah dengan teknologi khusus. Karena arsitektur atap hijau mesti tahan terhadap angin, panas, radiasi langsung, salju, embun, es, dan kekeringan.
Sekurang-kurangnya ada 8 manfaat dari arsitektur atap hijau. Yaitu menampung dan mengalirkan air hujan, mengurangi dampak kepanasan di perkotaan, menyimpan karbon, menyerap polusi udara, melindungi material atap rumah dari perubahan iklim sangat hebat, tempat huni fauna lainnya pendidikan anak-anak tentang biologi, mengurangi pengaruh bising dan suara dari luar rumah, penyekat bangunan rumah dari perubahan cuaca, dan dekorasi seni. (US EPA, 2006).

0 komentar:

Posting Komentar