Minggu, 14 Juni 2015

USULAN PELESTARIAN

Kesimpulan

Kawasan Suryakencana memiliki karakteristik khas Pecinan yang terbentuk dari elemen fisik (tangible) dan non-fisik (intangible). Yang termasuk ke dalam elemen fisik adalah : elemen lanskap alami yang diapit oleh Sungai Ciliwung dan Sungai Cipakancilan, dengan tata letak mengikuti geomancy (feng shui) jalur naga dari Kelenteng Hok Tek Bio sebagai kepala naga di utara kemudian pertokoan dan permukiman yang memanjang ke selatan sepanjang Jalan Suryakencana sebagai badan naga, rumah dan rumah toko yang memiliki arsitektur khas Tionghoa dan arsitektur Indis, kelenteng dan jalan. Sedangkan yang termasuk ke dalam elemen non-fisik adalah : adat dan budaya seperti adat sehari-hari dan aktivitas budaya (Tahun Baru Imlek, Cap go meh, Peh Cun, dan lainnya).

Kondisi Eksisting

Lokasi, Luas dan Batas Wilayah Tapak:

Kawasan Pecinan Suryakencana terletak di Kecamatan Bogor Tengah yang merupakan salah satu dari 6 kecamatan yang terdapat di Kota Bogor. Kecamatan Bogor Tengah sendiri memiliki luas wilayah 813 ha. Wilayah kecamatan Bogor Tengah mencakup 11 kelurahan yang meliputi 99 RW dan 436 RT.
Secara administratif, batas-batas wilayah Kecamatan Bogor Tengah adalah sebagai berikut :
- Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Bantarjati dan Kelurahan Tanah Sareal
- Sebelah selatan berbatasan dengan Kali Cipakancilan, Kelurahan Bondongan
- Sebelah timur berbatasan dengan Sungai Ciliwung, Kali Ciharahas dan Jalan Tol Jagorawi
- Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Menteng dan Sungai Cisadane Kawasan Pecinan Suryakencana tepatnya terletak di Kelurahan Babakan.
Kawasan Pecinan Suryakencana ini termasuk ke dalam program Zoning Regulation Kawasan Strategis Kota Bogor yang akan dilakukan oleh Badan Perencanaan Daerah Kota Bogor. Zoning Regulation adalah suatu peraturan pembagian blok peruntukan (zona) yang mengacu kepada rencana klasifikasi penggunaan lahan di Kota Bogor serta kecenderungan penggunaan lahan di kawasan strategis. Kawasan strategis ini dapat berupa kawasan yang memiliki nilai sejarah atau yang berpotensi dalam perkembangan Kota Bogor. Program Zoning Regulation Kawasan Pecinan Suryakencana baru dilaksanakan pada akhir tahun 2008, sementara tahun lalu program yang sama sudah dilaksanakan pada kawasan kolonial Sempur Taman Kencana.

Rabu, 06 Mei 2015

TELAAH TEORITIS

2.1 Konservasi 
Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam. Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.1

Konservasi :2


  • Sebagai Konsep Proses Pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung terpelihara dengan baik.
  •  Meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi dan situasi lokal.
  • Konservasi Kawasan atau sub bagian kota, mencakup suatu upaya pencegahan perubahan sosial, dan bukan secara fisik saja.

Sasaran Konservasi :
  •  Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian
  •  Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini
  • Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian
  • Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi.

Ruang Lingkup Konservasi :
Kategori obyek konservasi :
  • Lingkungan Alami (Natural Area)
  • Kota dan Desa (Town and Village)
  • Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
  •  Kawasan (Districts)
  •  Wajah Jalan (Street-scapes)
  • Bangunan (Buildings)
  • Benda dan Penggalan (Object and Fragments)

Manfaat Konservasi :
  • Memperkaya pengalaman visual
  • Memberi suasana permanen yang menyegarkan
  • Memberi kemanan psikologis
  •  Mewariskan arsitektur
  • Asset komersial dalam kegiatan wisata internasional
 
Sumber :

2.2. Arsitektur

Arsitektur adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

2.3. Kawasan Pecinan di Kota Bogor

Pecinan adalah sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap seperti di Amerika serikat, Kanada dan negara-negara Asia Tenggara.

Kawasan Pecinan ini dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
1. Faktor politik berupa peraturan pemerintah lokal yang mengharuskan masyarakat Tionghoa dikonsentrasikan di wilayah-wilayah tertentu supaya lebih mudah diatur (Wijkenstelsel). Ini lumrah dijumpai di Indonesia di 15 zaman Hindia Belanda karena pemerintah kolonial melakukan segregasi
berdasarkan latar belakang rasial.
2. Faktor sosial berupa keinginan sendiri masyarakat Tionghoa untuk hidup berkelompok karena adanya perasaan aman dan dapat saling bantumembantu. (http://www.ensiklopedia.net/topic/Pecinan.html). Pada masa pemerintahan J.J. Rochussen (1845-1851) di Buitenzorg (Bogor) ditetapkan keputusan pemerintah Hindia Belanda tentang peraturan pemukiman di Buitenzorg yang isinya antara lain memberi peruntukan lahan untuk orang Tionghoa di daerah yang berbatasan dengan jalan raya sepanjang jalan Suryakencana sampai tanjakan Empang. Semakin berkembangnya kawasan niaga ini membuat mereka mendirikan pemukiman yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan toko. 




Kamis, 02 April 2015

Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN
Kawasan Konservasi Pecinan di  Jalan Surya Kencana Kota Bogor
1.1. Latar Belakang
                Kota Bogor dahulu bernama Pakuan, merupakan ibu kota pemerintahan kerajaan Pajajaran yang didirikan pada tahun1482. Bogor merupakan salah satu kota pedalaman terpenting di era kolonial mengingat Bogor (dahulu bernama Buitenzorg) pernah berfungsi sebagai ibu kota pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Banyak artifak fisik kota yang dibangun pada masa kolonial ini, salah satunya adalah istana Bogor. Karakter arsitektur kota Bogor juga turut ditentukan oleh pemberlakuan zona permukiman etnis (Wijkenstelsel). Setelah Indonesia merdeka, kota ini pun lambat laun kehilangan kedudukan sentralnya seperti pada masa kolonial. Pada tahun 1976 dikeluarkan Instruksi Presiden tentang Jabotabek di mana kota Bogor ditetapkan sebagai salah satu kota penyangga (hinterland) ibukota dan sebagai kota permukiman (dormitory town).
Kota Bogor juga memiliki sejarah dan keragaman sosial budaya yang tinggi, hal ini tercermin dari etnis masyarakat, adat masyarakat yang berbeda-beda sesuai etnis dan bentuk bangunannya yang khas dan menonjolkan keunikan budayanya. Salah satu keragaman sosial budaya tersebut dapat terlihat jelas pada kawasan Pecinan yang terletak di Jalan Suryakencana yang meliputi Kelurahan Gudang dan Kelurahan Babakan Pasar.
Masyarakat Cina yang terkotak-kotak dalam kelas sosial menempati hunian sesuai kelas mereka. Golongan pedagang berkumpul di sekitar Pasar Bogor, sedangkan golongan bawah menghuni ruko sewa dan rumah petak di balik 2 ruko. Golongan elite cenderung menghuni bagian selatan. Rumah mereka biasanya mencirikan gaya hidup yang kebarat-baratan dengan menggunakan ragam, bentukan bangunan Belanda dan menghuni rumah tipe vila.
Selain menarik sebagai pusat perniagaan, kawasan Pecinan ini terletak di jalan utama Kota Bogor dan juga memiliki bangunan-bangunan yang bernilai sejarah dan kuliner yang khas. Bahkan beberapa peninggalan sejarah tersebut ada yang telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh pemerintah Bogor. Sayangnya objek-objek tersebut kurang mendapat perhatian padahal suatu kota dapat menjadi terkenal karena disebabkan oleh kuatnya identitas sejarah yang dimiliki dan juga dari arsitektur, jalan-jalan dan lingkungannya yang unik. Sebab yang lain adalah peran kota yang penting dari segi pendidikan, rekreasi, dan aktivitas budaya juga karena kota tersebut relatif mudah dicapai, memiliki reputasi baik dan tercantum secara luas di buku panduan wisata dan peta.
Letak Kota Bogor yang strategis antara Jakarta dan Bandung, membuat Kota Bogor semakin berkembang pesat, sayangnya perkembangan ini dapat membuat keragaman dan keunikan sejarah dan budaya yang ada menjadi hilang. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya penyelamatan terhadap kawasan / lanskap yang mempunyai identitas kuat dan nilai sejarah penting, agar tetap lestari menjadi bagian Kota Bogor dan bahkan dapat memberikan nilai tambah yang diharapkan akan memberi makna bagi keberlanjutan kota Bogor untuk berkembang menjadi lebih baik.
1.2. Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk :
1.       Mengidentifikasi karakter dan kondisi arsitektur kawasan Pecinan Suryakencana, Bogor.
2.       Merumuskan upaya Konservasi kawasan Pecinan Suryakencana, Bogor.

1.3. Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi tentang keadaan dan karakter kawasan Pecinan Suryakencana, Bogor.